"Kau Sahabat atau Penjahat ?"

on Jumat, 25 Januari 2013
Sudah sekian lama aku tak melihat keluar, terakhir kali aku keluar saat 2 bulan yang lalu. Aku tak berani keluar karena Friendship. Di antara kalian pasti mengenal kata itu dan takkan pernah bisa di lupakan. Tapi, bagiku itu hanya omong kosong belaka, hanya menyakiti hatiku.

Di mulai pada saat aku SD, aku dan bersama Mantan sahabatku "Angga" slalu bersama bagaikan matahari dan bulan slalu bersama. Disaat berangkat dan pulang sekolah, di hukum, belajar, bermain, dan lain - lain. Hingga datang seorang perempuan yang bernama Arni yang membuat keadaan menjadi sedikit rumit. Sekilas karena masih SD kami belum tahu apa arti CINTA lawan jenis. Kami slalu mengajak Arni untuk bergabung dalam kegiatan apapun. Bertiga kami sepakat takkan saling membohongi perasaan sebagai buktinya kami membuat sebuah tanda di pohon dekat sungai pedesaan Arni yang bertuliskan A.D.A (Angga, Deni, Arni).

Setelah 5 hari menjelang lulus di SMA, aku dan Angga membicarakan langkah kedepannya nanti setelah lulus.

"Den, kalo udah lulus, loe mau kemana nih ?" tanya Angga
"mau nerusin ke kuliah nih, gue kan gak mau sia - siain apa yang diberikan ortu Ga. Ehh, kalo loe mau kemana ? aku berbalik bertanya
"mau kerja lah, bosen gua belajar mulu ntar otak gua meledak" jawab Angga
"Alah,, bilang aja males belajar, dari dulu kan loe suka gitu" jawabku dengan bercanda
"yeee, loe lupa ya kan gitu - gitu gua ranking 1 di SMP" Angga menjawab bangga
"iyaa deh iyaa, gue tau kok. Kalo Arni lulus dia mau kemana ga ?" tanya ku sambil bingung
"katanya sihh mau kaya loe nerusin ke kuliah tapi gak tau kalo soal jurusannya."

Setelah pembicaraan yang panjang, kami pun tertidur agar besok bisa bersemangat saat latihan perpisahan nanti.

Matahari pun terbit dengan cerahnya menandakan hari yang baik untuk semua. Dengan senangnya aku pun berangkat karena akan latihan dengan Angga dan Arni. Kami menampilkan sebuah band yang bernama FSB (Friendship Band). 4 hari berlatih tanpa kesalahan, kami pun siap untuk hari esok.

Hari H telah tiba, aku tak sabar untuk pergi ke sekolah. Sesampai di sekolah, aku, Angga, dan Arni sangat bersedih karena harus berpisah. Sekian lama kami bersama, canda dan tawa selalu ada walaupun disaat terluka. Aku dengan berani mengakatan kepada Arni bahwa "Aku suka kamu, Mau tidak kamu jadi pacar aku" tanpa sepengetahuan Angga. Arni pun menjawab dengan "Iya, Den. Aku mau jadi pacar kamu". Itu sangat membuat hatiku senang sekali.

Malam pun tiba. Aku meceritakan tentang hubunganku dengan Arni kepada Angga. Angga pun terkejut seolah - olah tak percaya dengan apa yang aku katakan. Angga sedikit berbeda. Dia seperti tidak suka dengan hubunganku dengan Arni saat itu. Angga pun terdiam sejenak dan berbicara kembali persoalan yang akan di hadapinya untuk bekerja.Aku sedikit heran kepada Angga baru pertama kali dia begitu kepadaku tapi aku menganggap itu iri sejenak.

Tak terasa 1 bulan berlalu, di Minggu yang cerah aku berangkat ke taman bersama pujaan hati Arni. Aku sedikit terlambat dengan karena jalanan entah mengapa macet padahal jalannya tidak terlalu terpakai. Sesampai di taman aku melihat Arni duduk bersama dengan sahabatku Angga. Aku sangat heran kenapa mereka berpegangan tangan dengan mesranya ? Aku menganggap wajar - wajar saja karena mungkin mereka berdua rindu sekian lama berpisah saat itu.

Hari demi hari aku lewati, entah mengapa aku sangat merasakan hal yang sangat aneh, selalu berpikiran bahwa mereka berstatus PACARAN. Terlihat disaat mereka berbicara, dan berduaan. Saat aku akan pergi ke rumah Arni aku melihat ada Angga disana. Terheran ? ya. Aku pun menghampiri Angga. Lalu pintu rumah Arni pun terbuka. Arni pun lalu Cupika - Cupiki kepada Angga. Aku Menganga melihat kejadian itu. Arni pun melihat aku yang sedang terdiam dan menghampiriku. Lalu aku berbicara ke Arni.

" Arni, Kita mungkin tak cocok lagi dan akhir - akhir ini kamu sedikit - sedikit berubah drastis. Jadi, aku putus kan untuk putus"

Arni sangat terkejut dan Angga sepertinya senang sekali saat ku ucapkan itu.

3 Bulan berlalu. Aku membakar semua photo, hadiah pemberian dari Arni karna itu hanya membuatku sakit hati dan mengingat apa yang telah di lakukan Arni. Setelah aku membakar kenangan pahit itu, hujan pun turun. Aku tak bisa bergerak dan tetap terdiam disana. Tak lama kemudian Arni datang membawa payung kesayangannya sambil menangis.

"Den, maafin aku. Aku memang jahat tapi aku terpaksa melakukannya. Jika tidak, kamu akan mati oleh Angga" kata Arni
"Apa ? Kok Anggi berani berbuat seperti itu? Gak, gak mungkin Anggi seperti itu" jawabku dengan terkejut
" Tapi jujur dia iri sama kamu Den, dia ingin seperti kamu, makanya dia mengancamku untuk jadi pacarnya agar kamu sakit hati dan berubah sikap yang semangat mencari ilmu itu hilang. Itulah yang sejak dulu aku suka dari kamu. Kamu itu cowo tipe aku yang selalu mencari ilmu dan tak pernah menyia - nyiakan waktunya hanya untuk mencari hal yang tak berguna. Den aku ingin kita balikan lagi dan memulai kehidupan bersama kembali. KUMOHON PLEASE" jawab Arni dengan penuh kejujuran
"Arni, aku juga ingin kembali seperti dulu, bersama, tanpa rasa benci, dan iri. Aku ingin bersama kamu, hidup dengan orang yang aku cintai bukan orang yang membuat hatiku sakit" Jawabku sambil memeluk Arni

Kami pun bersama tapi tidak keluar rumah hanya di rumah, Karena aku tidak ingin mempunyai lagi sahabat yang ternyata bukan sahabat melainkan penjahat. Hanya keluarga dan Arni yang menematiku sampai saat ini.

Orang - orang melihat penampilan luar tapi tidak dapat melihat penampilan dalam

By: Lollipop Sweeter


0 komentar:

Posting Komentar